wisata

Senin, 31 Mei 2010

Misa Taize Mengenang 4 tahun Gempa






Ketika terangnya lilin, gemericik hujan dan lagu pujian mengalun serta doa dipanjatkan untuk mengiringi kedatangan-Nya. Kepalapun menunduk dengan penuh rasa hormat, air matapun tak kuat tuk menahan. Bagaimana rasanya?? "Serasa disurga"... "Aku merasa tidak pantas dihadapannya, banyak dosa yg telah kuperbuat. Dia sungguh baik! Yesus sungguh baik, Dia sungguh baik bagi kita sekalipun kita pendosa & hina dina di hadapanNya". Kata-kata itu terucap dari salah satu umat yang mengikuti Misa Taize Mengenang 4 tahun Gempa .
                      Dalam homilinya romo Agus bercerita tentang kisah seorang Jenderal dan ajudannya, begini kisahnya:  Seorang Komandan memiliki ajudan yang setia dan setiap kali menjawab pertanyaan atau perintah komandannya selalu menjawab "bagus-bagus dan baik". Suatu hari mereka berdua pergi berburu kesuatu hutan,dan saat ajudan memasukan peluru ke senapan Komandan, tiba-tiba senapan meledak tepat mengenai jempol sang Jendral hingga putus, kemudian sang Jendral marah, tetapi sang ajudan malh tertawa dan menjawab, "bagus-bagus baik". Kemudian sang Jendral marah dan memenjarakan sang Ajudan. Suatu hari, tanpa si Ajudan,sang Jendral pergi berburu lagi. Tiba - tiba tertangkap Suku Kanibal dan siap disantap rame- rame. Namun karena tidak mempunyai jempol, sang Jendral kemudian dibebaskan karena mitos dari suku kanibal tersebut tidak boleh makan orang cacat.  Karena hal itu sang Jenderal berterimakasih kepada Ajudannya.  Namun Ajudan tidak mau. Andai Ajudan tak dipenjara, pastinya dia yang disantap Suku itu. "Mujur Malang Siapa yang Tahu??"
                         Seperti halnya kisah tersebut diatas, Romo Agus menekankan bahwa "kita jangan larut dengan kesedihan yang terjadi pada 4 tahun yang lalu, kita harus bangkit dan bersyukur untuk menghadapi masa sekarang, karena diatas "segala", Tuhan itu baik, walaupun kenangan Gempa 27mei 2006 tak akan pernah hilang dari ingatan kita

0 komentar:

Poskan Komentar